ANTISIPASI HIMPITAN PANGAN DENGAN JIMPITAN

PRESIDEN MAHASISWA KM ITS 2014
PENGGIAT DESAWARNANA

Dengan adanya Covid-19, di beberapa daerah mulai diberlakukan posko jaga desa, anak-anak muda mengisi jatah piket dengan mendata keluar masuk nya penduduk, lalu mendata sebagaimana protap satgas.
Disini kami yg muda mulai terbiasa jaga desa.

Fungsi ronda (jaga desa di waktu malam) mulai aktif kembali. Kesadaran tidak hanya dimiliki bapak2 yg biasa dapet jatah. Anak-anak muda mengisi waktunya tanpa harus dipaksa. Bedanya, kalau dulu dibarengi dengan main domino atau gaple, kini diselingi dengan dolanan PUBG.

Secara tidak langsung, tata pemerintahan masa lalu, dimana ada Jogo Boyo (petugas menjaga keamanan) , Jogo Wono (petugas menjaga lingkungan), hidup lagi. Keberadaan pemerintah melalui kordinasi pemdes (mestinya) tidak sekadar duduk di meja, tapi langsung meninjau di lapangan.

Di lain sisi, bagaimanapun kebutuhan primer manusia pada umumnya dengan efek mandegnya aktivitas ekonomi ini adalah pangan.
dan desa sebagai penopang hasil pertanian sepertinya akan kembali mengambil peran.

Pernah dengar praktik yg ada di Kasepuhan Cipta Gelar? Dimana mereka punya tata kelola untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat nya sendiri. Mereka punya Leuit, tempat untuk menampung hasil panen. Sederhana nya, ini metode mereka membuat lumbung pangannya.

Lumbung sebagai cara pemenuhan terhadap ketersediaan pangan masyarakatnya, jadi elemen penting untuk persiapan-persiapan di desa ketika di musim kemarau ini wilayah subtropis sedang kesulitan memproduksi sumber makanannya sendiri.

Selain dengan cara menyimpan hasil panen yg berlebih dan tidak keburu untuk menjualnya keluar, stok lumbung di masa lalu (di beberapa daerah masih berlaku) diisi dengan budaya Jimpitan. Ada yg tau ?

Jimpitan itu teknisnya, di jam tertentu setiap harinya, masyarakat desa akan menaruh beras yg ditaruh dalam gelas, lalu ada petugas piket yang mengambil nya. Setelah itu dikumpulkan di lumbung. Buat siapa ? Mereka yg dianggap membutuhkan terutama janda dan yatim piatu.

Disadari atau tidak, mereka yang jadi petugas keliling mengambil segelas beras tadi akan mengetahui kondisi yang ada di desa. Karena tak luput satu rumah pun dilewati nya. Keamanan desa jadi terkontrol, keadaan rumah per rumah terjaga. Mereka membantu keamanan desa. Padahal bukan hansip.

Masyarakat desa jadi merasakan manfaat dengan berkeliling nya petugas jimpitan,

  1. Silaturahim tersambung erat
  2. Keamanan desa terjaga
  3. Saling berbagi terlaksana untuk memenuhi kebutuhan lumbung pangan

Dan, dengan terbiasanya anak2 muda sekarang terlibat di posko untuk menjaga desa, mereka juga terbiasa mendata penduduknya, jadi hafal. Lalu bagaimana kalau informasi Jimpitan ini juga diberikan? Agar pelan-pelan kembali diterapkan.

Sebagai cara untuk mengaktifkan lagi lumbung pangan, dan pemerintah desa (yang kebanyakan diisi orang-orang tua) tidak lagi kebingungan mencari orang siapa yang harus menjalankan.

Disini, aku semakin meyakini apa yang dikatakan Jenderal. Gatot tentang Proxy War nya di tahun 2013 menjadi nyata. Bahwa suatu saat Indonesia akan jadi sasaran tembak utama mencari sumber kebutuhan pangan.

Juga pergaulan ku dengan guru-guruku yg sering mendongengi bahwa dulu di desa pernah diciptakan lumbung, budaya jimpitan, membuat ku menyadari pentingnya ini semua.

Agar tidak menjadi gegap gempita ketika sudah terjadi, lebih baik mencegahnya sedari sekarang. Biar bisa makan, kalau semisal terjadi lockdown-lockdown an lagi pasca berakhir nya Wabah Covid-19.

Wallahualam, isih sinau.

8 thoughts on “ANTISIPASI HIMPITAN PANGAN DENGAN JIMPITAN”

  1. I am no longer sure where you’re getting your info, but good topic.

    I must spend some time studying more or understanding more.
    Thanks for magnificent info I was looking for this info for
    my mission.

  2. I’ve read a few good stuff here. Definitely price bookmarking for revisiting.

    I surprise how so much effort you place to create any such fantastic informative
    site.

  3. Additional Session Judge at Patiala House Court Dharmender Rana universal the plea of Disha Ravi and granted her
    bail on furnishing a bail bond of Rs 100,000 with surety in like amount.

    In a setback to the police, the courtroom docket discovered that the research withinside the
    be counted has to date been “scanty and sketchy”

    good life 2086

  4. Pretty section of content. I just stumbled upon your blog and in accession capital to assert that I get actually enjoyed account your blog posts.
    Any way I’ll be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently quickly.

  5. Its like you read my mind! You seem to know a lot about this, like you wrote the book
    in it or something. I think that you can do with a few pics to drive the message home a bit, but instead of that, this is great
    blog. A fantastic read. I’ll certainly be back.

  6. It’s actually a great and useful piece of info. I’m satisfied that you just shared this useful info with us.

    Please keep us informed like this. Thanks for sharing.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.